Sun-date
Kemarin, lagi pulang ke rumah dan seperti biasa kalau lagi di rumah aku tidurnya di rumah eyang. Nemenin eyang. Minggu pagi rasanya pengen rebahan di kamar aja padahal wacana mau jogging. Hoax. Sehabis subuh tidur lagi sampai sekitar jam 8 baru mandi. Bersih-bersih rumah, makan, lanjut buka laptop mengingat h-60 sbmptn. Yess jangan lupa Is! Setelah itu, nggak tau jam berapa tepatnya, eyang nyamperin ke kamar. "Ayo ikut eyang ke rumah temennya eyang". Ha? Oh okeoke. Langsung siap-siap, abis gitu mau ngluarin motor. "Nggak usah bawa motor, jalan aja.", kata beliau sambil bawa payung. Rada gimana gitu karena sudah lama nggak jalan bareng. Apalagi ini sepayung berdua. Sweet. Bukan-bukan, panas lebih tepatnya. Sesampainya di rumah teman eyang, seperti biasa layaknya kita-kita kalau ketemu teman. Cipika-cipiki, tanya kabar, kesibukan, banyak banget. Seru banget obrolan mereka. Aku? Diam sambil dengerin obrolan mereka. Dan mikir. Nanti kalau sudah tua apakah aku akan seperti mereka juga. Satu sih yang nggak aku mau, sama-sama sudah ditinggal suami. Huhu syedih.
Di tengah obrolan mereka, si pemilik rumah menawarkan (lagi) sajiannya. Dan tau setelah itu ngapain? Seisi rumah dikeluarin. Nggak ding, nggak separah itu. Yang jadi perhatianku disuruh ngupas buah sendiri. Anggap rumah sendiri ya. Seumur-umur bertamu (yang formal) baru ini sih. Mantap sih tapi wkwk. Satu lagi, eyang berangkat cuma bawa niat, pulang-pulang bawa kain tenun. Friendship goal. Lol.

Comments
Post a Comment